You’re in the process of getting over some old injury or grievance that had messed you up somewhat.
It’s a good time for you to recover your center and figure out what you want to do to get on with life.
-me in the outside place
You’re in the process of getting over some old injury or grievance that had messed you up somewhat.
It’s a good time for you to recover your center and figure out what you want to do to get on with life.
-me in the outside place
Hari ini saya mengalami kembali gejala sakit kepala yang tidak kompak, biasanya mereka mengistilahkan ini migrain, luar biasa rasanya. Denyut nya datang tidak sinkron. Menyerang lansung didaerah sistem saraf pusat. Dan akhirnya saya harus berakhir lama di atas tempat tidur, tanpa suara berisik, tanpa cahaya terang, dan bau yang merangsang indera penghidu. Betapa merepotkan gejala ini bila sudah menyerang. Jika sudah seperti ini suami saya acap kali bertanya kondisi saya. Betapa meresahkan mungkin menurutnya. Melihat saya yang beberapa kali akan menggeliat menahan nyeri. Senja ini perlahan migrain nya berkurang ketika saya harus terbangun dan mendapati suami saya sedang memasak menu untuk makan malam kami. Dia menjadi koki sekali waktu di dapur rumah kami, layaknya bak koki handal dia memasak sayur bayam, dan ikan gembung goreng berikut tahu kecap. Saya yang duduk manis tak melewatkan sedikitpun atraksi manis yang dibuatnya Seperti tamu restoran dia menjamu, saat saya duduk dimeja makan. Luar biasa perjuangan nya, dengan maksud ingin meringankan tugas sang istri yang sedari siang berjuang melawan sakit kepala tidak kompak ini. terimakasih koki sekali waktu, menu kamu hari ini membuat perut ku kenyang.
-dapur rumah, sambil menyantap menu makan malam yang tersisa
when you are thinking of stepping ahead, there are risks that you might have to take whether you like or not this is always been a problem to everyone . “A fiction always has an ending but in reality, life goes on” we are afraid of keep having bad nightmares, At the same time we cant expect to dream on our beautiful imaginary. we do want everything to be equal, but our society don’t work that waywhy life has to be so unfair? i’m always wondering, did i do something wrong? i never want to believe in what is on my mind, but i know i cant live in my own denial. what should i do? pretending what is not happening? should i just go with it? or stop it until its too late? i’ve been relying to inconvenient uncertainty maybe, i think too much maybe, i know it is no good for me but i’m still doing it. never ever want chagrin of expecting claritymy agitation is always changing every time you pop up just like thathave you ever consider if others might feel uncomfortably?please do have a heart, listen to what is insidelet it lead the way and be clear..
-lately night after eat some chocolatte waffel
hi there let we share about my journal daily, i had remember three days a go i met my old friend in my own town, I met her at one of the shops and she looks very busy, with my sense of i just greet her for a while and a little help some of her groceries, not how long she’s invited me to disappear tired all day at this shopping center, with drink some ice tea at some coffeeshop.. for a while we have standard talk, until she spilled her resentment..she talk’s about her life, mean her life after marriage its never changing day by day she felt, like taking a babies, or must preparing some extra power to taking his husband everyday.. minute by minute im also hearing her stories telling. until i find my self to thinkhing I’m not supposed to be here, obviously after we have long conversation i ask to my heart as ussualy in some place ive ever known..
when you decide to get married, you will be ready to accept anything that would happen after this, as you grow up in your marriage, you will learn that even the one person that wasn’t supposed to ever let us down, probably will. you’ll have your heart broken and you’ll break others’ hearts. you must be prepared to accept the consequences, you’ll fight with your partner or maybe even fall in love with other, and you’ll cry because time is flying by..
remebered me how as your life went teenager in advance with some best friends feel youre act love like you’ve never been hurt. but indeed its only passed away till you grown up and have other ways to think:
because Life comes with no guarantees, no time outs, no second chances.
it will be like you in your marriage. You just have to live life to the fullest, tell someone what they mean to you and tell someone off, speak out, dance in the pouring rain. and hold someone’s hand, comfort a friend and you will find a beautiful happiness there with your partner, with your family that you’ve created.
gives me more experiences to view the world wider about marriagge, there is something that i learn how we can’t trust everyone eventhou they act nice to us.. life can be deceiving when you get trapped many times, therefore we take every lesson to be our guidelines.
after 4 yrs I spent my time with my partner the more I know him every day, and will miss him more, if I did not hear him arguing, laughing, and spoiled to me. then expectation defines as a hope, a dream that we wish to come true, expectation brings joy and also disappointment
how can we put ourselves in the right direction? just stay in the straight line..
where we dont go too far or too far behind? if we dont think about anything, just let everything flow..
a wedding was not just a share and said the love affection, but also brings together the original nature each of us that we must accept the consequences every day until we are separated by death, if indeed ant attempt to exhaust it’s will good you’re talking about your spouse-to-heart
Don’t be afraid life after marriage its so beautifull, in the moment. because every second you spend angry or upset with your partner is a second of happiness you can never get back.. trust me..
-inside home in the early morning
..di kota ini selalu menyisakan sunyi, yang menarik hanya bunyi jangkrik dimalam hari selebihnya hanya sunyi. bila senja datang semburat nya selalu menarik bias nya menampik ujung mata sehingga memaksa untuk menatap nya pelan..
hari ini pekerjaan saya sebagai seorang ibu rumah tangga hampir selesai, dan dalam beberapa jam kedepan akan ada jeda yang saya buat, sambil menunggu lebih baik saya menulis. kegemaran saya terhadap menulis belum pernah se-bergairah ini. sepanjang hari ini saya mengisi waktu dengan menata rumah juga mengumpulkan beberapa pakaian kotor yang memang membuat saya sering mengerutkan kening, dan berulang kali suami (ku) selalu membuat kesalahan yang sama seperti meletak kan beberapa barang yang bukan pada tempatnya setelah menggunakan nya, merepotkan? tidak saya menyenangi nya. semula memang kedua mata saya akan terbelalak tapi di menit berikutnya saya akan tertawa, memaklumi nya? tentu saya selalu memakluminya, sama seperti suami (ku) memaklumi kelakuan istri (ku) nya.
saya jadi teringat 4 masa lalu saat kami memulai hidup kami, saya pernah mengatakan kepada suami (ku) bahwa saya hanya bisa memasak ala kadarnya, membersihkan rumah ala kadarnya, dan semua serba ala (nya). dia tertawa, dia memaklumi pengantin kecilnya ini yang memiliki pengetahuan serba ala (nya), dan saya berhenti belajar saat itu? tidak saya memulai untuk berusaha bahkan sampai hari ini, masih berusaha untuk belajar hal-hal yang kurang saya pahami benar.
dulu saat saya akan memulai hidup dengan suami (nya) mamah saya mengatakan bahwa menikah itu bukan lah seprti ketika saya masuk perguruan tinggi, ada masa skripsi dan wisuda lalu selesai. menikah menurut pengertian mamah adalah selalu dan selalu belajar, wisuda adalah ketika salah satu dari pasangan pergi ke pangkuan yang maha kuasa, dan mendapat gelar adalah ketika anak- anak yang didik berhasil menjadi sosok yang kontinu. dan kini saya mengrti maksud kedua orang tua saya.
kembali kepada kehidupan saya, seperti belajar menggunakan hati untuk mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga, belajar mengendalikan emosi saat suami (ku) nya beradu argumen tentang hal yang tidak penting, belajar menjadi wanita dewasa, belajar mengerti keadaan sekitar baik keluarga inti dan keluarga besar, belajar menjadi ibu yang baik bagi anak nya kelak. belajar menjadi bijaksana saat mengambil keputusan dan semua itu jelas tidak mudah, seperti tulisan saya tempo waktu lalu, wanita menikah diluar sana memang banyak tapi untuk menjadi salah satu yang baik saya tengah mempelajarinya sampai hari ini.
dan betapa beruntung nya saya ketika mendapat suami (ku) nya yang sangat luar biasa paham istrinya, memaklumi ketika istri nya sedang hilang mood dalam setiap hal, tertawa bila saya memadukan setiap masakan dengan hasil akhir menu standar, meng-iya-kan setiap keinginan saya, mewujudkan setiap mimpi berbelanja saya, dan memeluk saya tiba-tiba saat ingin dimanja. luar biasa hebat entah apa jadi nya saya jika tidak dipertemukan oleh TUHAN dengan pria hebat ini.
tak terasa pekerjaan menulis hampir selesai, saya jadi menerawang pada senja 4 masa lampau tentang awal hidup kami, dan sampai hari ini saya selalu bersyukur untuk pria jantan ini, sekiranya TUHAN selalu memberikan suami (nya) umur panjang, dan rezeki yang berlimpah, karena istri (nya) sangat bersyukur untuk anugrah ini..amien
-senja di kota kecil sambil menunggu suami (nya) pulang kerja
menutup mata
membuka mata
disini saya TUHAN
dengar saja saya, masalah menjawab doa itu urusan MU
perihal menunggu tetap kami nantikan..
-di rumah saya dengan banyak keinginan
pria jantan ku, kemarilah aku ingin mengatakan:
waktu lalu saat kita bersigugu dalam pandang aku mengingat ini,
Kata-katamu yang di awalnya berbaris rapat,
lalu dengan cepat membentuk koloni,
berhamburan keluar dari layar hati ku
memecah kebekuan yang hilang di dunia delirium
tingkah laku mu membuat pikiran ini kesemutan.
Bukan karna tak tahan mengingatnya
tapi karna membuatku sulit saat bernafas.
dan untuk kesekian kalinya ..Kata-katamu,
membuat aku berterimakasih kepada TUHAN
sikap mu membuat aku mengucap syukur bahwa sampai hari ini, masih kamu disebelah aku menemani dan menjadi perisai di hatiku, sampai selamanya. terimakasih pria jantan yang membawa sekantung harapan dan segumpal riak kerinduan di bawah matahari siang 4 masa lalu, dan bahkan dari hari ini sampai nanti aku akan bertelanjang kaki menyapu rerumputan , sambil mengumpulkan kepingan cerita yang akan kubagikan sampai akhir garis keturunan kita pria-ku.
-hampir senja , di meja kerja yang mulai berantakan
aku dalam senyum,
dan mata yang berbicara,
Kuatkan aku dalam mimpi,
dan renungan yang ‘kan kubuat..
Kau yang membuatku statis,
mendalam pada rasa,
menipis pada kekang harapan..
Sisakan fantasi untuk esok pada waktu yang terus bergulir..
untuk esok di angka 11, yang membuat ku tersipu malu
-dapur tanpa kesibukan rumah tangga
kekasih ku, 6 jam sudah kita melewati percakapan kita di larut pagi tadi, dan kini aku merindu setiap saat dengan semua cerita mu, pagi ini aku terbangun dengan rasa yang luar biasa, yaitu mencintai kamu. dan akan begitu untuk seterusnya percakapan kita sepanjang malam menjelang pagi tadi begitu menarik, kilas balik tentang hal-hal yang membuat semburat merah muda di pipi ini. begitu beruntung nya aku ditemukan dengan mu oleh yang kuasa. tak henti hampir setiap waktu aku bersyukur atas rasa itu.
bagaimana dengan kamu pria tampan ku? ahhhh menggodanya aku membayang kan kamu tersenyum, manis sekali. bibir mu dan kedua rahang itu terpagut. tak bisa ku elakkan pada imaji ku yang bermain di kepala. ada selaksa tarian dewi dewi saat aku terkoyak oleh pemahaman seorang lelaki disana. di antara gelayut jingga menyambut pagi bersama kamu
rutinitas ku yang membosan kan, pasti akan pudar sekejap kala teringat suara halus mu menyeruak memanggil. kita tertawa, saling menggoda, terasa intim sekali. lalu tiba- tiba aku merindu sekali dengan suami ku yang hanya berjarak 1 meter saja kini. meruap masuk dalam pengujung sepi menjadi rintik gerimis dan menyapu debu dahaga ketika rindu menghampar di jeda malam yang luas
dalam sunyi yang letih aku ingin senyum mu.
senja nanti selepas hujan saat ini di tanah becek deretan tanaman engkau bersijingkat meremas hatiku di mana jejak kita sejak kemarin dulu masih ada kita akan meresap disana, menengadah menatap jendela kedua dibalik teralis rumah yang kita bangun sesuai mimpi kita. mari sayang kita bergandengan menikmati hari terindah yang tidak akan pudar dilibas menit terakhir waktu kini
-ruang waktu hampir senja