sebenar nya saya sendiri bingung kenapa saya menulis tajuk seperti ini, saya tidak pernah memahami betul yang namanya pengertian dari prosa itu sendiri? jelimet mungkin bisa juga dibilang seperti itu. kerap kali saya blog walking ke blog teman membaca yang satu ke tempat lain nya, seperti menyusuri jalan setaman yang indah. penuh kumpulan prosa, puisi, journal daily atau apalah mereka menyebut nya. sampai pada satu ketika saya berhenti pada satu tempat dimana saya merasa bosan, kenapa saya tidak menulis dengan gaya penulisan saya sendiri.
saya tidak perlu orang lain memahami makna tulisan saya, karena saya senang maka saya menulis. saya tidak ingin berusaha orang lain menggemari tulisan saya, bahkan seperti update an status di jejaring sosial yang layak akan dikomentari setiap orang yang melihat. saya menulis melalui celah hati saya. jika saya dalam situasi mood yang kurang menyenangkan saya tidak akan menulis. maka saya akan berhenti saat itu juga.
awal saya menulis sekitar tahun 1996 ketika itu saya baru saja duduk di bangku sekolah dasar, saya menulis tentang betapa menyenangkan nya liburan di luar kota, tulisan tersebut membuat saya semakin keranjingan untuk membuat hal lain lagi yang beruipa tulisan juga, bermodalkan dasar pemahaman saya yang minimal terhadap tulisan sehingga membuat hasil nya sangat kaku sekali, saya mencoba untuk banyak melahap membaca tulisan dari setiap media yang saya jumpai, dari kertas sobek bungkus cabe bekas mamah yang dibeli nya di pasar, sampai koran tua dari rongsokan.
saat itu saya sudah menyukai membaca puisi dan beberapa prosa. jadi teringat ketika orang tua saya membelikan sebuah buku bacaan kalau tidak salah namanya buletin kreatif karya atmojo, saya tidak mengingat jelas nama lengkap pengarang nya, yang saya ingat sampul buku nya berwarna biru, dan ada gambar abstrak selain nya hanya samar. disana saya seperti menyelam kedalam dasar lautan tulisan dan diombang ambing kan kepada suatu elegi bahasa, sungguh perpaduan yang menarik, dua rasa dalam makna pemikiran sederhana seorang anak sekolah dasar.
menginjak masa puber di awal tahun 2000an saya mulai menyukai hal yang romantis, novel roman picisan bukan lah salah satu yang saya sukai, tetapi mengagumi mereka yang mampu menciptakan novel tersebut. malahan ketika itu saya lebih menyukai buku-buku bekas yang dijual di pinggiran pasar jatinegara atau pun pasar senen, jakarta pusat. disana saya bisa menyium aroma buku usang, dan menemukan banyak koran vintage. kedua orang tua saya bukan lah orang yang serba memiliki kemewahan, sehingga untuk berlangganan sebuah paket majalah remaja luar/bulan tidak pernah kesampaian saat itu selalu menjadi urung niat.
diawal tahun 2003 niat membaca saya semakin menggila, semua hal dan bacaan yang berupa majalah, buletin, dan buku prosa saya lahap, terkecuali paper di kuliahan saya. entah kenapa paper yang diberikan oleh dosen saya tersebut tidak pernah bisa berhasil masuk ke otak besar saya dan dicerna hipotalamus., selalu gagal untuk membuat mereka mampir di memori. oke kembali lagi pada tulisan saya berikut nya..
sejak tahun 2004 pemahaman akan membaca sedikit bergesar tempatnya, disana saya semakin menyukai menulis, saya mulai mengenal blog suatu wadah kreatif di dunia virtual untuk menulis, menumpahkan perasaan baik dalam kondisi apapun. saya seperti menemukan dunia saya, jati diri yang tersembunyi selama ini. menulis adalah suatu hal yang menyenangkan. tidak bermaksud membuat orang berusaha menyukai nya, tidak memaksa pembaca larut terlalu dalam. masing-masing memiliki interprestasi sendiri terhadap makna tulisan saya. walaupun memang tulisan saya tersebut kebanyakan adalah bertajuk cinta, dan perasaan. sederhana nya dalam keseharian memang lah belum tentu akan ada banyak oarang yang akan menikmati nya, tetapi seperti saya katakan tadi, kembali kepada interprestasi masing-masing lagi, bukan?!
di tahun 2004 saya memiliki blog pertama di : senjabercerita.blogspot, sampai di tahun 2007. tiga tahun saya menulis disana tentang tumbuh kembang saya, masa period, percintaan, suka duka, bahkan keluarga. ada beberapa teman kuliah saya yang sangat menikmati tulisan saya tersebut, dan banyak juga yang tidak bersimpatik melihat tulisan saya. itu wajar suatu kondisi dimana kita menemui beberapa bagian dalam diri kita yang belum tergali terlalu dalam, sungguh potensial.
di akhir tahun 2007 saya mulai meninggalkan senja, saya memulai rumah baru dan menemukan sintha.wordpress , ada perasaan intimasi yang menjadi-jadi ketika saya pindah ke blog ini, gairah saya menulis, bahasa yang menurut teman membaca saya sudah terasa dewasa dan beberapa bentuk kata yang menjadi jalinan kalimat bacaan. dan pastinya dorongan dari suami saya yang mengatakan aku mempunyai bakat dalam menulis. sungguh terpuji perilaku suami ku. membahagiakan istri nya dengan kata-kata yang menyenangkan. saya pribadi sangat menyukai ketika saya mulai menulis tentang pasangan hidup saya, dan aktivitas harian saya, yah walaupun terkadang terselip sedikit beberapa cerita sedikit tentang kehidupan yang saya dan pasangan harus mendiskusikan nya karena hal lain tentang hidup yang kita lihat diluar hubungan kita.
pernah pada suatu kali saya merasa bosan dan tidak ada ketertarikan untuk menulis tetapi setelah beberapa lama saya kembali lagi untuk menulis, ada dorongan yang membuat saya rindu sekali, mungkin memang apada ritme kehidupan seklai waktu kita akan dihadapkan kepada kejenuhan akan suatu hal, tetapi tidak lah baik jika kejenuhan tersebut di izinkan bersarang terlalu lama. dan ternyata ampuh, ketika menulis pun bisa menjadi obat dikala gundah dan malas.
untuk apa mencoba menjadi orang lain ketika ingin menuangkan isi pikiran? kenapa berusaha mengikuti arus lain, jika kamu bisa menjadi diri sendiri. go-ahead lakukan saja biarkan jemari kamu yang menari di atas keyboard, dan biarkan hati kamu bersatu disana. di saat kamu harus bercerita kepada prosa.
-seorang istri yang sedang mengingat samar tulisan pertamanya di blog terdahulu