senja bercerita

..di kota ini selalu menyisakan sunyi, yang menarik hanya bunyi jangkrik dimalam hari selebihnya hanya sunyi. bila senja datang semburat nya selalu menarik bias nya menampik ujung mata sehingga memaksa untuk menatap nya pelan..

hari ini pekerjaan saya sebagai seorang ibu rumah tangga hampir selesai,  dan dalam beberapa jam kedepan akan ada jeda yang saya buat, sambil menunggu lebih baik saya menulis. kegemaran saya terhadap menulis belum pernah se-bergairah ini. sepanjang hari ini saya mengisi waktu dengan menata rumah juga mengumpulkan  beberapa pakaian kotor yang memang membuat saya sering mengerutkan kening, dan berulang kali suami (ku) selalu membuat kesalahan yang sama seperti  meletak kan beberapa barang yang bukan pada tempatnya setelah menggunakan nya, merepotkan? tidak saya menyenangi nya. semula memang kedua mata saya akan terbelalak tapi di menit berikutnya saya akan tertawa, memaklumi nya? tentu saya selalu memakluminya, sama seperti suami (ku) memaklumi kelakuan istri (ku) nya.

saya jadi teringat 4 masa lalu saat kami memulai hidup kami, saya pernah mengatakan kepada suami (ku) bahwa saya hanya bisa memasak ala kadarnya, membersihkan rumah ala kadarnya, dan semua serba ala (nya). dia tertawa, dia memaklumi pengantin kecilnya ini yang memiliki pengetahuan serba ala (nya), dan saya berhenti belajar saat itu? tidak saya memulai  untuk berusaha bahkan sampai hari ini, masih berusaha untuk belajar hal-hal yang kurang saya pahami benar.

dulu saat saya akan memulai hidup dengan suami (nya) mamah saya mengatakan bahwa menikah itu bukan lah seprti ketika saya masuk perguruan tinggi, ada masa skripsi dan wisuda lalu selesai. menikah menurut pengertian mamah adalah selalu dan selalu belajar, wisuda adalah ketika salah satu dari pasangan pergi ke pangkuan yang maha kuasa, dan mendapat gelar adalah ketika anak- anak yang didik berhasil menjadi sosok yang kontinu. dan kini saya mengrti maksud kedua orang tua saya.

kembali kepada kehidupan saya, seperti belajar menggunakan hati untuk mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga, belajar mengendalikan emosi saat suami (ku) nya beradu argumen tentang hal yang tidak penting, belajar menjadi wanita dewasa, belajar mengerti keadaan sekitar baik keluarga inti dan keluarga besar, belajar menjadi ibu yang baik bagi anak nya kelak.  belajar menjadi bijaksana saat mengambil keputusan dan semua  itu jelas tidak mudah, seperti tulisan saya tempo waktu lalu, wanita menikah diluar sana memang banyak tapi untuk menjadi salah satu yang baik saya tengah mempelajarinya sampai hari ini.

dan betapa beruntung nya saya ketika mendapat suami (ku) nya yang sangat luar biasa paham istrinya, memaklumi ketika istri nya sedang hilang mood dalam setiap hal, tertawa bila saya memadukan setiap masakan dengan hasil akhir menu standar, meng-iya-kan setiap keinginan saya, mewujudkan setiap mimpi berbelanja saya, dan memeluk saya tiba-tiba saat  ingin dimanja. luar biasa hebat entah apa jadi nya saya jika tidak dipertemukan oleh TUHAN dengan pria hebat ini.

tak terasa pekerjaan menulis hampir selesai, saya jadi menerawang pada senja 4 masa lampau tentang awal hidup kami,  dan sampai hari ini saya selalu bersyukur untuk pria jantan ini, sekiranya TUHAN selalu memberikan suami (nya) umur panjang, dan rezeki yang berlimpah, karena istri (nya) sangat bersyukur untuk anugrah ini..amien

 

-senja di kota kecil sambil menunggu suami (nya) pulang kerja

Advertisement

About thata


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.