Hari ini saya mengalami kembali gejala sakit kepala yang tidak kompak, biasanya mereka mengistilahkan ini migrain, luar biasa rasanya. Denyut nya datang tidak sinkron. Menyerang lansung didaerah sistem saraf pusat. Dan akhirnya saya harus berakhir lama di atas tempat tidur, tanpa suara berisik, tanpa cahaya terang, dan bau yang merangsang indera penghidu. Betapa merepotkan gejala ini bila sudah menyerang. Jika sudah seperti ini suami saya acap kali bertanya kondisi saya. Betapa meresahkan mungkin menurutnya. Melihat saya yang beberapa kali akan menggeliat menahan nyeri. Senja ini perlahan migrain nya berkurang ketika saya harus terbangun dan mendapati suami saya sedang memasak menu untuk makan malam kami. Dia menjadi koki sekali waktu di dapur rumah kami, layaknya bak koki handal dia memasak sayur bayam, dan ikan gembung goreng berikut tahu kecap. Saya yang duduk manis tak melewatkan sedikitpun atraksi manis yang dibuatnya Seperti tamu restoran dia menjamu, saat saya duduk dimeja makan. Luar biasa perjuangan nya, dengan maksud ingin meringankan tugas sang istri yang sedari siang berjuang melawan sakit kepala tidak kompak ini. terimakasih koki sekali waktu, menu kamu hari ini membuat perut ku kenyang.
-dapur rumah, sambil menyantap menu makan malam yang tersisa