pria jantan ku, kemarilah aku ingin mengatakan:
waktu lalu saat kita bersigugu dalam pandang aku mengingat ini,
Kata-katamu yang di awalnya berbaris rapat,
lalu dengan cepat membentuk koloni,
berhamburan keluar dari layar hati ku
memecah kebekuan yang hilang di dunia delirium
tingkah laku mu membuat pikiran ini kesemutan.
Bukan karna tak tahan mengingatnya
tapi karna membuatku sulit saat bernafas.
dan untuk kesekian kalinya ..Kata-katamu,
membuat aku berterimakasih kepada TUHAN
sikap mu membuat aku mengucap syukur bahwa sampai hari ini, masih kamu disebelah aku menemani dan menjadi perisai di hatiku, sampai selamanya. terimakasih pria jantan yang membawa sekantung harapan dan segumpal riak kerinduan di bawah matahari siang 4 masa lalu, dan bahkan dari hari ini sampai nanti aku akan bertelanjang kaki menyapu rerumputan , sambil mengumpulkan kepingan cerita yang akan kubagikan sampai akhir garis keturunan kita pria-ku.
-hampir senja , di meja kerja yang mulai berantakan